Inspirasi, Harga Mati POLRI!

0
205

Inspirasi, Harga Mati POLRI!

Oleh: Diyan Suratman

 

Komentar, kritik dan dukungan tentunya sama halnya seperti kolom komentar yang ada di beranda facebook. Semua orang bisa dengan mudah mengisinya. Begitupun dengan profesi polisi, sebuah profesi yang menjadi pengendali keamanan di negeri ini. Bila sebelumnya presiden keempat RI pernah berkelakar bahwa  hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia, yang tak lain adalah patung polisi, polisi tidur dan mantan kapolri Hoegeng Iman Santosa. Maka saat ini tentunya kita bisa menilai sendiri bagaimana keadaan polisi yang ada di negeri sendiri.

Ya, polisi kita polisi Indonesia pun perlu mendapat tepuk tangan meriah. Karena polisi kita menyimpan personil yang tak hanya unggul untuk satuannya, tapi bisa menginspirasi bagi yang ada di sekitarnya. Bila kita melihat prestasi polisi Indonesia di mata dunia, tentunya kita pun turut berbangga karena Polisi Indonesia tak hanya berprestasi di tingkat nasional, tapi sudah mampu mengharumkan negerinya di kancah dunia.

Polisi Indonesia Di Mata Dunia

Kita bisa melihat dari beberapa media bahwa tim Garuda Bhayangkara Indonesia bersama polisi Sudan dan beberapa pasukan gabungan lainnya pernah meringkus kasus narkoba di Haiti. Selain itu, mereka juga pernah menangkap para kriminal yang ada di daerah Haiti, Kamboja dan beberapa negar konflik lainnya. Itu artinya polisi Indonesia sudah memberikan sumbangsih untuk perdamaian dunia.

Tentunya polisi tipe seperti inilah yang sangat kita butuhkan bagi keamanan negara. Polisi yang memiliki jiwa profesional dalam mengemban setiap tugasnya. Sehingga tidak heran bila PBB pun pernah memberikan penghargaan kepada polisi Indonesia baik itu secara personal  maupun satuan. Misalnya saja ketika polisi Indonesia menjalankan misi perdamaian di Darfur, mereka dinobatkan sebagai kontingen terbaik dibanding penegak hukum yang berasal dari negara lain. Sebuah kehormatan yang besar bukan?

Dari penghargaan ini tak salah bila PBB pun merekrut beberapa personil polisi kita menjadi police advise atau pembimbing bagi anggota penegak hukum baru yang ditugaskan dalam menjalankan misi. Bahkan menurut media bombastis.com hampir setiap tahun Indonesia tidak pernah absen mengirimkan anggotanya sebagai pengajar. Nah, polisi yang manfaatnya seperti inilah yang kita harapkan bisa lahir dari bumi pertiwi ini.

Polisi Di Mata Ibu Pertiwi

Bila di mata dunia polisi Indonesia sudah memiliki nama, maka di negeri sendiri pun beberapa personil  maupun satuan polisi dari beragam daerah ternyata menyisipkan sejarah emas yang patut diapresiasi. Sehingga tak salah bila media pun menjadikan mereka sebagai berita hangat di tengah-tengah sugukan berita yang ada. Bila kita lebih fokus kepada yang baik-baik maka bisa dipastikan akan lebih banyak lagi yang akan berbuat baik. Ya, karena kebaikan juga butuh diapresiasi agar yang lain lebih terobsesi dan termotivasi menebar kebaikan.

Siapa yang tak kenal Bripka Junaidin yang berhasil membangun pesantren dari hasil menyisihkan gajinya? Siapa yang tak kenal Brigadir Guritno Bidjuni yang memilih merangkap sebagai guru sukarela karena tahu kurangnya guru di SDN 6 Bone? Siapa yang tak kenal Bripka Seladi yang pernah megenyuhkan masyarakat Indonesia karena beliau memilih pekerjaan sambilan sebagai pemulung sampah, yang dianggap sebagian pekerjaan rendahan. Padahal itu lebih mulia ketimbang harus menerima bermiliar-miliar rupiah karena menerima sogok belaka.

Siapa juga yang tak kenal Brigadir Pieter Paembonan, yang ditengah kesibukannya bertugas masih menyempatkan diri menjadi pengajar lepas di beberapa sekolah di Mamuju dan bisa menyelamatkan 178 anak-anak putus sekolah untuk kembali ke bangku sekolah? Dan siapa juga yang tak kenal Kompol Mustaqim yang karena amanah dari orang tuanya kini beliau berhasil meneruskan mengolah sekolah gratis yang sudah didirikan sejak tahun 1954?

Dan siapa pula yang tak kenal dengan Irjen Pol Umar Septono, Kapolda Sulawesi Selatan yang dengan semangat ibadahnya rela mencopot segala jabatannya demi mendapat shaf awal dan sholat di awal waktu? Siapa juga yang tak kenal dengan jargonnya yang rela meninggalkan rapat apapun demi menunaikan panggilan sholat? Dan karena hidup dengan memuliakan sunnah-sunnah Rasulnya ia dikenal sebagai Kapolda yang menginspirasi!

Tentunya keenam nama personil polisi di atas sudah viral di berbagai media. Jika pun anda tak kenal cukup ketik nama mereka maka segala informasinya dengan sepuasnya bisa diakses. Bukan berarti mereka dikenal hanya karena untuk menaikan reputasi polisi, namun nama mereka berhak menjadi inspirasi bagi kita semua. Ya, mereka mengajarkan kita bagaimana indahnya kolaborasi ketulusan dan kekuatan hati yang pada akhirnya bisa melahirkan beragam inspirasi khususnya bagi anggota POLRI, dan umumnya bagi kita anak negeri. Ternyata polisi yang menginspirasi itu ada juga di Indonesia! Itu bukan sekedar mitos belaka!

Inspirasi, Harga Mati!

Dari dua prestasi besar polisi di atas, baik yang mendunia maupun menasional sudah seharusnya kita jadikan patokan baru bahwa “inspirasi” sudah sepatutnya menjadi harga mati seluruh POLRI. Bagaimanapun, seorang polisi harus memiliki wibawa di tengah menjalankan tugasnya sebagai abdi negara. Bukankah masyarakat akan lebih tergerak bila diarahkan langsung oleh orang-orang yang dianggapnya menginspirasi? Bukan sekedar yang hanya main perintahlakukan ini itu lantas dengan emosi tak terkendali akhirnya memilih menggerakan dengan kekerasan. Tentunya bukan model polisi seperti ini yang diharapakan.

Kita bisa belajar dari Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Umar Septono, beliau dengan ikhlas memungut sampah di manapun ia berada. Sehingga ini menjadi timbal balik positif manakala beliau akan melakukan kunjungan kerja ke mana-mana. Semua anggota pastinya akan tergerak mencari sampah, karena merasa malu bila seorang Kapolda harus turun tangan sendiri memungut sampah.“Kebersihan adalah sebagian dari iman, kalau bersih bagus tidak? Jika iya, maka lakukan!”Begitu dalam videonya yang viral di youtube.

Selain itu, beliau juga akhirnya dikenal dengan sikap hormat dan kerendah hatiannya terhadap ulama, pemulung sampah bahkan terhadap narapidana. Beliau enggan menghakimi bahwa semua narapidana pasti bakalan masuk neraka. Bahkan beliau memberikan motivasi untuk senantiasa melakukan perbaikan diri sambil makan bersama dengan para napi. Ya, pemimpin yang menginspirasi seperti inilah yang akan senantiasa diingat anak negeri.

Sudah seharusnya seorang polisi giat memberikan inspirasi, terutama buat keluarga dan lingkungan terdekatnya. Karena sebagaimana yang kita tahu, masyarakat semakin hari semakin cerdas. Mereka menaruh wibawa tidak cukup dengan melihat seragam dan pangkatnya saja, namun melihat langsung bagaimana orangnya. Ini bisa disimpulkan bahwa hanya bermodalkan seragam saja tak menjamin seorang polisi aman dari yang namanya tindak kejahatan.

Akhlak yang baik tentunya menjadi modal awal yang harus dimiliki seorang polisi yang menginspirasi. Bagaimana bisa ia bermanfaat buat lingkungannya bila dia tak tahu bagaimana memanfaatkan segala potensi yang dimiliki? Bagaimana juga dia bisa memanfaatkan segala potensi dirinya bila dia tak memiliki pemahaman yang baik terhadap diri? Bukankah Allah sendiri yang menegaskan bahwa siapa yang mengenal dirinya maka dia pasti mengenal siapa Tuhannya. Itu artinya kita harus senantiasa melibatkan Tuhan dalam kondisi, apapun bentuknya. Minimal ketika menjadi pemimpin bagi diri sendiri dan keluarga.

Bukankah sejatinya itu yang diperintahkan Tuhan kepada kita?

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu” (QS. At-Tahrim: 6)

Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi pembaca, apapun profesinya. Terutama pula bagi seluruh anggota POLRI agar senantiasa menjadikan tugasnya sebagai jalan pembuka kebaikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Karena polisi Indonesia memiliki sejarah emas baik di mata dunia maupun di negeri sendiri. Ini bukan perkara beban sejarah yang senantiasa harus dipikul bersama, namun ini adalah motivasi nyata bahwa polisi Indonesia bukanlah polisi yang biasa-biasa saja. Semoga setiap tugas yang diemban bisa bermanfaat bagi sesama. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here